Mengharukan!!! Kisah Egy Maulana Vikri Yang Nyaris Gagal Jadi Pesepakbola

Mengharukan!!! Kisah Egy Maulana Vikri Yang Nyaris Gagal Jadi Pesepakbola

Siapa sangka bintang Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri, nyaris gagal jadi pesepakbola jika tak bertemu sosok yang kini jadi bapak angkatnya. Bintang terdepan Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri, kini tengah jadi sorotan tajam di Tanah Air. Performa briliannya di Piala AFF U-18 2017, jadi alasan utama mengapa kepopulerannya terus menanjak. Apalagi ditambah wajah tampannya, yang membuat kaum hawa tergila-gila.

Nama Egy mulai dikenal ketika dirinya membawa ASIOP Apacinti jadi kampiun di Gothia Cup 2016 lalu. Tak hanya membawa timnya juara, pemain yang miliki darah Arab ini juga keluar sebagai top skor lewat torehan 28 gol dan pemain terbaik turnamen.

Sejak saat itu Egy mulai mendapat banyak perhatian, apalagi setelah sukses menembus skuat utama Timnas U-19. Berposisi natural sebagai gelandang serang, dia cepat, skilful, dan punya insting tajam di depan gawang lawan. Atribut yang membuatnya dijuluki “Egy Messi”, mengacu pada gaya bermain pesepakbola favoritnya Lionel Messi.

Banyak yang mengira bakat luar biasa Egy ditemukan oleh pelatihnya di Timnas U-19 kini, Indra Sjafri. Anggapan itu diperkuat dengan banyak beredarnya foto Indra bersama Egy yang saat itu masih kecil.

Namun seperti dijelaskan sang pemain, coach Indra ternyata bukan sosok yang menemukannya. Egy mengungkap jika pria bernama Subagja, merupakan orang yang paling berjasa dalam kariernya.

“Hubungan saya dahulu lebih kepada pak Bagja. Beliau adalah sosok yang selama ini membawa saya kemana-mana. Beliau yang menemukan saya, lalu beliau merekomendasikan saya ke coach Indra,” terang Egy.

Setelah melakukan penelusuran, kami pun berhasil menemukan sosok Subagja Suhian yang mengorbitkan Egy. Dia merupakan seorang pengusaha yang memiliki kepedulian besar terhadap sepakbola nasional. Namanya memang tak populer, karena kurang suka mendapat sorotan media. Subagja sebenarnya bukan orang baru dalam pencarian bibit sepakbola Tanah Air. Dia pernah menemukan eks kapten Timnas Indonesia, Firman Utina. Dalam penuturannya, Subagja mengungkap terjalnya perjalanan untuk mewujudkan cita-cita Egy jadi pesepakbola profesional.

Semuanya berawal dari rasa putus asa orang tua Egy pada mimpi mereka menjadikan sang anak sebagai pesepakbola profesional. Egy memang jadi primadona para pencari bakat. Namun karena keterbatasan ekonomi, mereka tak kuasa memenuhi permintaan uang para pencari bakat untuk membuat Egy menembus Timnas Indonesia junior. Orang tua Egy bahkan sempat memutuskan untuk mengubur dalam-dalam impian sang anak jadi pesepakbola. Mereka tak bisa lagi percaya dengan janji para pencari bakat untuk mengorbitkan Egy, dengan syarat membayar sejumlah uang. “Saya hadir di lapangan Taman Setiabudi Indah (Tasbih), untuk melihat Egy yang waktu itu masih berusia 11 tahun. Saya langsung tahu kalau dia memang punya bakat yang luar biasa!” kisah Subagja.
Tanpa pikir panjang, Subagja langsung berinisiatif membawa Egy ke Jakarta untuk dibina jadi pesepakbola profesional. Pelatih Egy kala itu, coach Mayang, langsung menerima permintaan Subagja dengan senang hati, tapi mengharuskannya untuk meminta izin dahulu pada orang tua sang calon bintang.
“Ketika saya bertemu dengan orang tuanya [Egy], saya malah dimarahi. Mereka menduga saya hanya menginginkan uang, seperti yang kerap mereka alami sebelumnya. Saya pun berusaha keras meyakinkannya,” tutur Subagja.

Guna meyakinkan orang tua Egy, Subagja langsung menelepon Raden Isnanta, yang saat itu menjabat sebagai asisten deputi Usia Muda di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dia meminta temannya itu untuk merekomendasikan Egy masuk Diklat Ragunan. Isnanta memberikan respons yang sangat baik bahkan meminta Subagja untuk segera membawa Egy ke Jakarta, tentunya setelah administrasi kepindahan selesai diurus. Untuk lebih meyakinkan, Subagja sampai menelepon anak didiknya yang kini jadi legenda sepakbola Indonesia, Firman Utina. “Supaya orang tua Egy semakin yakin, saya sampai menelepon Firman Utina dan suaranya saya loudspeaker,” kenang Subagja. Akhirnya, orang tua Egy berhasil diyakinkan dan mengizinkan Subagja untuk membawa anak kesayangannya itu ke Ibu Kota.

Subagja kemudian membuat perjanjian lisan dengan orang tua Egy. Dia ingin jadi bapak angkat Egy selama dibina.
“Ketika nanti Egy sudah sukses masuk televisi dan menjadi profesional serta nasional, saya akan mengembalikan Egy ke orang tuanya. Kami pun sepakat,” terang Subagja. Pada perjalanannya, Subagja memang benar-benar membina Egy, dengan mendidiknya di Cirebon dan membawanya masuk Sekolah Olahraga Ragunan. Potensi Egy pun terasah maksimal dengan kemudian menembus Timnas U-14, U-16, hingga kini jadi andalan di U-19.
Andai saja tidak ada sosok yang mau total membina bakat besar sepakbola nasional seperti yang dilakukan Subagja, mungkin kita takkan pernah dibuat takjub oleh pesona “Egy Messi” di atas lapangan.

Sumber: Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *